Bangga! Startup Indonesia Ula Dapat Dana Segar $20 Juta Dolar


Ilustrasi Startup Indonesia Ula dapat dana segar

Startup Indonesia Ula dapat dana segar. Startup e-commerce asal Indonesia Ula yang mempunya misi untuk mengubah ritel tradisional seperti toko kelontong, pengecer kecil, guna untuk memberdayakan mereka melalui teknolohgi.

Berkat Ula, pengecer dapat mengelola modal kerja dan stok mereka dengan lebih baik, yang pada gilirannya membantu mereke meningkatkan margin dan mengembangkan bisnis mereka – imbuh pihak Ula.

Ula yang berbasih di Indonesia telah mendapatkan dana segar. Pada hari Kamis mengumumkan telah mengumpulkan $20 juta dolar, Pendanaan Seri A tersebut dipimpin oleh Quona Capital dan B Capital Group. Beberapa investor sebelumnya seperti Lightspeed India dan Sequoia Capital India juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan kali ini.


Pada pendanaan ini Ula telah merencanakan untuk memaksimalkan ekspansi mereka dalam mengembangkan produk layanan serta merilis kategori produk baru.

Pengecer kecil, mereka sangat menyatu dengan tatanan ekonomi dan budaya Indonesia. Mereka adalah pengusaha dengan skala mikro dengan modal yang sangat kecil. karena mereka ber-skala kecil, ketersediaan produk hulu yang terbatas menjadikan mereka segmen yang paling rentan dalam rantai nilai ritel.
Para pendiri Ula menguatkan tekat dan bersatu karena kami ingin menyelesaikan masalah ini di industri. kami melakukan pendekatan kepada pengecer kecil untuk mengatasi masalah ini – kata Nipun Mehra salah satu pendiri dan Kepala Eksekutif Ula.

Startup e-commerce yang diluncurkan sejak Januari 2020 dengan tim di Indonesia, India dan Singapura, Mereka tercatat sudah melayani lebih dari 20.000 toko, terutama di wilayah Jawa Timur. Ula sendiri menyediakan pengecer atau peritel mikro dengan alat dan teknologi yang mudah digunakan yang mendigitalkan stok barang, dan manajemen modal kerja mereka.

peritel kecil ini mempunyai keunggulan di modal dibanding dengan ritel besar. hanya saja kendala yang dialami oleh peritel kecil ini ialah sumber produk yang tidak efisien, keterbatasan akses teknologi, dan biaya modal kerja yang tinggi menggangu kemampuan mereka untuk bersaing di pasar.

Untuk mendukung pengecer kecil, Ula menyediakan aplikasi yang mudah digunakan oleh pemula sekalipun. Mereka tidak perlu lagi menutup toko mereka untuk belanja produk yang habis. Melalui Ula, sebagai gantinya mereka dapat memesan kebutuhan stok harian mereka dengan beberapa klik lalu barang yang dipesan diantar ke mereka. Beberapa pelanggannya telah melihat peningkatan laba harian sebesar 15 persen, hanya dari membuka toko mereka untuk waktu yang lebih lama, dengan lebih sedikit barang yang habis dan harga sumber yang kompetitif.

Fokus Ula untuk saat ini adalah pada barang-barang kebutuhan sehari-hari, barang-barang yang dianggap sebagai kebutuhan pokok seperti beras sampai barang-barang yang penting untuk setiap rumah tangga Indonesia. Menurut riset, di pasar-pasar berkembang, pengecer kecil menyumbang hampir 80% dari total pasar ritel. Di Indonesia sendiri diperkirakan pasar $ 200- $ 250 miliar dolar, dan bertambah $15 miliar dolar setahun.


Default image
Azizah
Wonder mom off one hero | Penulis tetap di Beritapreneur.com | co-Founder & CEO off Beritapreneur.com

You cannot copy content of this page