Ekonomi Bali diprediksi BI Tumbuh Positif Pada Triwulan II 2021


Ekonomi Bali diprediksi BI Tumbuh Positif dan Membaik Pada Triwulan II 2021
Ekonomi Bali diprediksi BI Tumbuh Positif dan Membaik Pada Triwulan II 2021

Ekonomi Bali diprediksi BI Tumbuh Positif Pada Triwulan II 2021.

Bali merupakan provinsi yang terparah terdampak COVID-19 mengingat 54 persen sumbangan PDB berasal dari sektor pariwisata.

Bali merupakan kota yang terkenal dengan segudang penawaran dibidang pariwisata, keindahan alam yang ditawarkan alam Bali dapat menarik wisatawan baik dalam negeri hingga wisatawan mancanegara. Kondisi wilayah bali yang potensial untuk digunakan sebagai wilayah perkembangan saham atau wilayah untuk mata pencaharian sangat diminati oleh para investor dan pebisnis baik dari dalam dan luar Bali.


Pandemi COVID-19 sudah berjalan hampir satu tahun yang dimulai dari tahun 2020 dan tidak tahu kapan berakhirnya pandemi tersebut.

Baca Juga Tips atur keuangan di masa pandemi

Semua mengetahui dan merasakan begitu besar dampak pandemi dalam kehidupan diberbagai sektor, misalnya: perekonomian, pendidikan, dan sektor lainnya. Sektor yang sangat terasa berdampak adalah disektor perekonomian hingga Indonesia mengalami penurunan ekonomi pada kuartal III-2020 sebesar minus 3,49 persen.

Bali yang digunakan sebagai salah satu wilayah tujuan untuk mencari mata pencaharian oleh masyarakat Bali dan luar Bali (khususnya Jawa Timur) mengalami kelumpuhan akibat pandemi. Mengapa demikian? Karena sektor utama yang menjadi tujuan utama adalah pada sektor pariwisata.

Baca Juga 17 tips menjadi pengusaha sukses dari nol

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memprediksi perekonomian Bali akan mulai tumbuh membaik pada bulan April atau sekitar triwulan II 2021, seiring dengan pencapaian target program vaksinasi yang tengah dilakukan dan perkiraan penurunan kasus COVID-19 di tahun 2021.

“Sementara, perekonomian Bali pada triwulan pertama 2021, kami perkirakan akan membaik dengan tingkat kontraksi yang mengecil,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Bali.

Menurut dia, pada triwulan I 2021, ekonomi Bali masih mengalami kontraksi karena peningkatan kasus COVID-19 hingga diaktifkan kembali pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama Januari dan berakhir pada tanggal 8 Pebruari 2021 yang memengaruhi mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.


“Pertumbuhan positif diperkirakan akan dimulai pada triwulan II 2021, sehingga secara keseluruhan tahun 2021 perekonomian diperkirakan tumbuh positif,” ujarnya.

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi yang positif dan membaik didukung oleh perkiraan tercapainya target program vaksinasi oleh pemerintah yang disertai dengan menurunnya kasus COVID-19, sehingga dapat mengembalikan aktivitas ekonomi di berbagai sektor kehidupan, termasuk konsumsi (perekonomian), investasi, serta kinerja fiskal ekspor dan impor.

Baca Juga 5 Peluang usaha modal kecil yang menguntungkan

“Sementara itu terkendalinya penanganan COVID-19 menumbuhkan level of confidence bagi wisatawan serta memungkinkan diselenggarakannya strategi wisata travel corridor arrangement (TCA) dan MICE di Bali,” ucapnya.

Trisno menambahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jika dilihat secara tahunan, ekonomi Bali pada triwulan IV 2020 mengalami kontraksi minus 12,21 persen (yoy), yang bersumber dari kontraksi hampir seluruh komponen permintaan, kecuali konsumsi pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, kontraksi terjadi pada seluruh lapangan usaha utama.

Secara keseluruhan pada 2020, Bali tumbuh negatif sebesar minus 9,31 persen (yoy), searah dengan perkiraan BI.

“Bali merupakan provinsi yang terparah terdampak COVID-19 mengingat 54 persen sumbangan PDB berasal dari sektor pariwisata,” ucapnya.

Meskipun Bali masih mengalami kontraksi, namun pada triwulan IV 2020 telah terjadi tren pemulihan yakni pertumbuhan triwulanan sebesar 0,94 persen (qtq) serta tercermin pada kenaikan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari Rp36,39 triliun pada triwulan III menjadi Rp36,74 triliun pada triwulan IV 2020.

Dari sisi penggunaan, kontraksi tertinggi terjadi pada komponen impor luar negeri (-78,34 persen yoy), ekspor luar negeri (-76,23 persen yoy), investasi (-12,21 persen yoy), dan konsumsi rumah tangga (-3,65 persen yoy). Sementara konsumsi pemerintah masih tumbuh positif 0,17 persen (yoy).


Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruhnya mengalami pertumbuhan negatif, baik usaha skala kecil maupun besar dengan kontraksi terdalam pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan (-31,79 persen yoy), akomodasi makan dan minum (-27,52 persen yoy) serta pengadaan listrik air dan gas (-16,49 persen yoy).

“Perbaikan ini tidak lepas dari berlanjutnya penerapan tatanan era kehidupan baru dan peningkatan aktivitas sektor pariwisata di akhir tahun 2020 yang ditopang oleh wisatawan Nusantara,” ucap Trisno.

Baca Juga Tips agar bisnis Anda semakin berkembang

Dengan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa perekonomian di Bali diprediksi akan tumbuh positif dan membaik pada triwulan kedua di tahun 2021, kegiatan usaha pada skala kecil maupun besar akan kembali normal dan kembalinya perekonomian disektor pariwisata. Harapan dan prediksi perekonomian tersebut muncul dari program vaksinasi oleh pemerintah yang sedang berlangsung dan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga Anda ingin sukses, lakukan hal ini

Sumber ANTARA 2021


Default image
Azizah
Wonder mom off one hero | Penulis tetap di Beritapreneur.com | co-Founder & CEO off Beritapreneur.com

You cannot copy content of this page